6 Cara Untuk Memangkas Biaya Import Export Clearance Sampai 50% atau Lebih

Importir dan Eksportir yang berbahagia…

Pengalaman kami sebagai Konsultan dan Pembicara pada seminar, workshop dan in-house training, ternyata hampir seluruh klien kami melakukan kegiatan impor dan ekspor secara tidak efisien. Baik dalam soal efisiensi waktu maupun efisiensi biaya. Berikut 6 (enam) cara untuk memotong biaya tersebut sampai 50% atau bahkan lebih.

1. Legal Formal Perusahaan

Perhatikan dan cek dokumen perijinan perusahaan yang berkaitan untuk proses impor dan ekspor masih berlaku dan valid, misalnya apakah ada perubahan alamat, perubahan NPWP, atau perubahan pemilik dan penanggung jawab perusahaan. Pastikan juga untuk perijinan yang mempunyai jatuh tempo waktu dan kuota jumlah barang impor atau ekspor masih berlaku.

2. Barang Larangan dan Pembatasan
Lebih dari 5.000 hs code barang terkena larangan pembatasan impor dan ekspor. Telitilah barang yang akan diimpor atau diekspor apakah terkena ijin pembatasan atau larangan. Kita dapat mencari info tersebut di http://eservice.insw.go.id/index.cgi?page=hs-code-information.html. Lakukan riset ini bahkan sebelum kita membeli barang impor atau menjual barang untuk ekspor. Jangan sampai kita baru mengetahui barang impor dan ekspor kita terkena ijin lartas setelah masuk ke pelabuhan. Karena mengurus perijinan impor dan ekspor di Indonesia masih memerlukan waktu yang tidak sebentar.
3. Pemilihan Jasa Forwarding, EMKL dan Customs Broker (PPJK)

Pilihlah vendor jasa logistik impor ekspor secara cermat dan hati-hati, pastikan meraka mempunyai track record yang baik, untuk ppjk bisa melihat status mereka di http://www.beacukai.go.id/ppjk/index.html?browse=all , ppjk yang mempunyai track record baik biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahanan besar fasilitas Jalur Prioritas atau Jalur Hijau. Biasakan menggunakan beberapa jasa logistics dalam semua importasi atau eksportasi kita, dan pastikan vendor logistics pun kita mengetahuinya.

4. Pembayaran Bea Masuk, Bea Keluar dan Pajak Serta Biaya Inklaring

Mungkin akan merepotkan apabila kita melakukan pembayaran secara langsung untuk pungutan negara di bidang impor atau ekspor dan biaya inlaring di pelabuhan, namun pastikan kita mengetahui apakah jumlah tersebut benar-benar tagihan yang seharusnya (diluar biaya jasa EMKL dan PPJK). Apabila memungkinkan lalukan pembayaran secara online atau menggunakan suatu sistem pembayaran yang tidak bisa disalahgunakan. Salah satu yang sudah diimplementasikan adalah Cargolink http://www.edi-indonesia.co.id/index.php?act=vnews&id=60 , namun tidak semua tempat penimbunan telah menerapkan sistem ini.

5. Follow-up Kegiatan Impor dan Ekspor Secara Online dan Real Time

Pemerintah sejak tahun 2007 telah menerapkan sistem INSW http://www.insw.go.id. Portal ini selain menyediakan informasi kurs pajak, peraturan-peraturan, barang larangan pembatasan juga dapat mengetahui kegiatan importasi atau eksportasi kita seperti : informasi inward atau outward manifest, proses dokumen impor dan ekspor, status dokumen dan barang pada customs clearanc maupun perijinan dan kuota importasi atau eksportasi kita dari instansi terkait. Akses terhadap informasi tersebut dapat kita miliki dengan melakukan pendaftaran user portal online secara gratis di http://reg.insw.go.id/index.php?action=registrasiBaru .

6. Mengetahui Prosedur Impor Ekspor Secara Benar

Pemberitahuan impor dan ekspor pada proses customs clearance memang bisa diwakilkan kepada EMKL atau PPJK, namun importir dan eksportir tetap bertanggungjawab terhadap kebenaran pengisian dokumen tersebut. Importir atau eksportir harus mengetahui apakah klasifikasi barang dan tarif yang dibebankan sudah benar, apakah Nilai Pabean untuk penghitungan Bea Masuk, Pajak Impor dan Bea Keluar sudah benar sesuai dengan Incoterm of Delivery yang kita pergunakan.

Kita harus sering mengikuti perkembangan peraturan yang berhubungan dengan kegiatan impor ekspor melalui website : http://www.beacukai.go.idhttp://www.insw.go.idhttp://www.kemendag.go.id,  juga cek apakah barang yang kita impor dikenakan Bea Masuk tambahan seperti BM Anti Dumping, Safeguard atau BM tambahan lainnya di http://www.sjdih.kemenkeu.go.id/Ind/

Terakhir, sering juga mengikuti perkembangan melalui informasi non online, seperti membaca buku, mengikuti sosilasisasi, training atau seminar yang berhubungan dengan kegiatan impor ekspor.

Kami akan senang sekali membantu Anda untuk melakukan efisiensi kegiatan impor ekspor, baik dalam hal biaya maupun waktu proses dengan melakukan training, workshop dan seminar yang kami adakan. Kami juga akan melayani konsultasi dan pembimbingan sehingga proses tersebut terwujud.

Info Training, Seminar dan Konsultasi

 

Sri Nonie
HP. 081383778383
BBM. 2ABB9042

[email protected]

 

Nia Kurnia
HP. 081293592704
BBM. 74DBD4DE
[email protected]

 

Comments for this post are closed.